Yatim Piatu Dhuafa Tuna Netra

..... Assalamu'alaikum Wr. Wb. ... SELAMAT DATANG di Yayasan TABUNGAN SURGA sebagai Tempat LADANG AMAL USAHA ANDA | Update Program : MARHABAN YA RAMADHAN 1439 H - 2018 M | Pembangunan Mushola Tuna Netra | Pembangunan Asrama Tuna Netra | Rekening Donasi Wakaf Tunai, Bank Syariah Mandiri (BSM) 004 002 4082 a.n Tabungan Surga |


___________MENGELOLA UANG DALAM ISLAM___________

Uang adalah sebagai alat tukar / alat jual beli yang umum dipakai orang didunia. Semua orang memburunya dengan cara apapun. Ada dengan cara ma’ruf (halal), ada yang munkar (haram). Hal yang perlu dipikirkan dan dipertanyakan bagaimana cara kita mengelola uang?
 Uang sedikit jadi berkah, uang banyak jadi manfaat alias tidak mubazir? Orang islam hari ini sudah tidak interes lagi mengelola uangnya dengan ma’ruf. Banyak yg korupsi, foya-foya, dan riba.hal tersebut dikarenakan kapitalisme yang sudah merusak paradigma masyarakat mengenai uang/alat tukar ini. Keberkahan rizki itu selalu identik dengan uang yang banyak,sehingga dalam benak kita terjadi konflik bathin, ketika uang uang kita keluarkan harus dapat kembali dengan nilai lebih dari yang telah dikeluarkan, padahal apbila memberi stu kebaikan akan dibalas 10 kebaikan. sepertinya statmen tersebut sudah kurang diyakini lagi oleh masyarakat islam saat ini, sehingga wajar bila yang terjadi adalah kemiskinan terus bertambah tiap tahunnya.

Dengan merubah paradigma Sesungguhnya Islam telah memberi solusi dalam upaya pengentasan kemiskinan dalam konsep sedekah banyak orang berfikir setelah melakukan sedekah adalah tinggal berapa uang kita? Kalau kita telaah Firman Allah SWT

“Perumpamaan(nafkah yang dikeluarkanoleh) orang2 yang menafkahkan dijalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap tiap bulirnya seratus biji, Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki ,dan Allah Maha luas (karuniaNya) lagi maha Mengetahui”
 (QS. 2:261)

Dengan ayat tersebut diatas Bila boleh kita asumsikan, jika misalnya kita bersedekah Rp.100.000,- maka uang kita akan menjadi 100.000 X 7 X 100 = Rp.70.000.000,- sungguh suatu angka yang fantastis, coba kita bandingkan jika uang 100,000 hanya kita tabungkan di bank.

Jadi bersedekah adalah salah satu cara mudah untuk mengembangkan uang kita menjadi berlipat ganda. Bersedekah merupakan suatu perintah bagi semua umat, baik yang berkecukupan maupun yang kekurangan, sebab makna sedekah adalah “Tutohiruhum”(Mensucikan kamu) berbeda jika kita mengeluarkan sedekah disaat kita menerima gaji atau bonus tahunan, itu belum dikategorikan sedekah namun lebih tepat tanda syukur atas rezeki yang diterima dalam Islam sudah diatur beberapa cara dalam menyisihkan uang yakni Zakat, Infaq & shadaqah. Zakat diwajibkan bagi orang yang memiliki harta yang sampai pada nisabnya, Infaq diwajibkan bagi orang yang memiliki harta sesuai dengan kemampuannya, Shadaqah diwajibkan